Menkumham Puji Inovasi Yang Dilakukan Rutan Ambon

RT 1

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II Ambon, Jumat (18/11). Dalam kunjungan tersebut menteri didampingi oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae  dan Kakanwil Hukum dan HAM Priyadi.

Setibanya di Rutan Ambon, Menteri disambut oleh Kepala Rutan Ambon Irhamuddin beserta seluruh staffnya yang telah menunggu kedatangan orang nomor 1 di Kementerian Hukum dan HAM ini.

Dalam lawatannya kali ini, Menteri Hukum dan HAM meninjau program e-money yang akan  mulai berjalan hari itu juga. Dikesempatan ini, Menteri secara simbolis menyerahkan kartu e-money ini kepada perwakilan warga binaan Rutan Ambon dan sebagai tanda program e-money ini resmi berjalan di Rutan Ambon yang juga disaksikan oleh perwakilan pihak penyedia jasa yaitu PT.Bank Mandiri Persero.

“Untuk Indonesia wilayah timur, Rutan Ambon adalah pihak yang pertama kali menggunakan fasilitas ini baik instansi maupun perorangan”  penuturan dari Pihak Bank Mandiri “

Menteri mengapresiasikan program tersebut, karena dengan e-money akan menekan peredaran uang secara bebas di Rutan, hal ini sejalan dengan program dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang Bebas Peredasran Uang di Lapas dan Rutan.

Selanjutnya Menteri meninjau Wartelsus yang merupakan program unggulan lainnya dari Rutan Ambon yaitu Layanan Kunjungan Berbasis Teknologi Informasi. Dalam tinjauan ini, Menteri  langsung menyaksikan WBP yang sedang berkomunikasi dengan keluarganya melalui Video Call. Beliau sangat antusias dengan inovasi yang dilakukan oleh Rutan Ambon. apalagi ini adalah UPT Pemasyarakatan yang pertama kali mempunyai fasilitas ini.

Yasonna mengatakan “ saya senang dengan adanya inovasi ini, dan semoga dengan adanya layanan ini setidaknya dapat mengobati kerinduan WBP kepada kelurganya”.

Diakhir kunjungannya beliau menghimbau agar dapat meningkatkan kinerja dalam memberi pelayanan terbaik kepada publik.

Setelah itu Menteri bersama rombongan meninggalkan Rutan Ambon mengingat padatnya kunjungan kerja di Maluku ini.

RT 2

RT 3